Jumat, 28 Juni 2024

Edukasi Tentang Gender

 Memahami Gender: Perspektif dan Pentingnya Kesetaraan

Pendahuluan

Gender adalah konsep yang merujuk pada peran, perilaku, dan identitas yang dianggap sesuai bagi laki-laki dan perempuan dalam suatu masyarakat. Meski sering disamakan dengan jenis kelamin, gender memiliki makna yang lebih luas dan dinamis, mencakup konstruksi sosial yang bervariasi antar budaya dan waktu. Karya tulis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang gender dan menyoroti pentingnya kesetaraan gender dalam membangun masyarakat yang adil dan inklusif.


Apa Itu Gender?

Gender adalah konstruksi sosial yang menentukan peran, tanggung jawab, dan harapan terhadap laki-laki dan perempuan. Berbeda dengan jenis kelamin yang bersifat biologis, gender dibentuk oleh faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Misalnya, anggapan bahwa laki-laki harus menjadi pemimpin dan perempuan harus mengurus rumah tangga adalah contoh dari peran gender yang diciptakan oleh masyarakat.


Mengapa Kesetaraan Gender Penting?

Hak Asasi Manusia: Kesetaraan gender adalah hak asasi manusia yang fundamental. Setiap individu, tanpa memandang gender, berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan.


Pembangunan Ekonomi: Studi menunjukkan bahwa kesetaraan gender dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Ketika perempuan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan pekerjaan, mereka dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian.


Kesehatan dan Kesejahteraan: Kesetaraan gender juga berkaitan erat dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. Perempuan yang memiliki kontrol atas kehidupan mereka cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan komunitas mereka.


Keberagaman dan Inovasi: Kesetaraan gender mendorong keberagaman dalam pemikiran dan pendekatan, yang pada gilirannya dapat memicu inovasi dan kreativitas. Lingkungan yang inklusif cenderung menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan efektif terhadap berbagai masalah.


Tantangan dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender

Stereotip Gender: Stereotip yang mengakar dalam masyarakat seringkali membatasi peran dan potensi individu berdasarkan gender. Misalnya, anggapan bahwa perempuan tidak cocok untuk bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) menghambat partisipasi mereka dalam bidang tersebut.


Kekerasan Berbasis Gender: Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan perdagangan manusia, merupakan hambatan besar dalam mencapai kesetaraan gender. Upaya untuk menghapus kekerasan berbasis gender memerlukan kerjasama lintas sektor dan perubahan kebijakan yang tegas.


Kesenjangan Ekonomi: Meskipun telah ada kemajuan dalam partisipasi perempuan di dunia kerja, kesenjangan upah dan akses terhadap posisi kepemimpinan masih menjadi masalah. Perempuan seringkali menghadapi diskriminasi dan hambatan struktural yang menghalangi kemajuan karier mereka.


Langkah-Langkah Menuju Kesetaraan Gender

Pendidikan dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender melalui pendidikan dan kampanye publik dapat mengubah persepsi dan sikap terhadap gender.


Kebijakan Inklusif: Pemerintah dan organisasi perlu mengadopsi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender, seperti kebijakan cuti melahirkan yang adil, program mentoring bagi perempuan, dan langkah-langkah untuk mengurangi kesenjangan upah.


Pemberdayaan Perempuan: Memberdayakan perempuan melalui akses yang lebih baik terhadap pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam semua aspek kehidupan.


Peran Laki-Laki dalam Kesetaraan Gender: Mendorong partisipasi laki-laki dalam upaya kesetaraan gender sangat penting. Laki-laki perlu menjadi bagian dari solusi dengan mendukung perubahan norma gender dan berperan aktif dalam mendukung kesetaraan di lingkungan mereka.


Kesimpulan

Kesetaraan gender bukan hanya tentang memberikan hak yang sama kepada laki-laki dan perempuan, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih adil, produktif, dan harmonis. Dengan mengatasi tantangan dan mendorong langkah-langkah positif menuju kesetaraan gender, kita dapat menciptakan dunia yang lebih inklusif dan bermartabat untuk semua.


Referensi Buku

"Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity" oleh Judith Butler

Buku ini menjelaskan bagaimana gender dibentuk oleh berbagai faktor sosial dan budaya, serta mengkritik konsep gender tradisional yang kaku.


"The Second Sex" oleh Simone de Beauvoir

Karya klasik ini mengeksplorasi peran perempuan dalam masyarakat dan bagaimana mereka sering kali dianggap sebagai "yang lain" dalam budaya patriarki.


"We Should All Be Feminists" oleh Chimamanda Ngozi Adichie

Buku ini merupakan manifestasi yang kuat tentang pentingnya kesetaraan gender dan bagaimana feminisme dapat bermanfaat bagi semua orang.


"Half the Sky: Turning Oppression into Opportunity for Women Worldwide" oleh Nicholas D. Kristof dan Sheryl WuDunn

Buku ini mengangkat kisah-kisah nyata perempuan yang berhasil mengatasi berbagai bentuk penindasan dan bagaimana pemberdayaan perempuan dapat mengubah dunia.


"Men Explain Things to Me" oleh Rebecca Solnit

Buku ini membahas berbagai isu terkait gender dan kekuasaan, serta pengalaman sehari-hari perempuan yang sering diabaikan atau diremehkan.

Pengalaman Mengikuti Kegiatan Sekolah Kolaborasi IMMAWATI

 Assalamu'alaikum Wr.Wb

Selamat datang di blogspot aku, sebelumnya perkenalkan namaku FERDI ZUKMAN dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Fakultas Teknologi Industri dan Informatika Prodi Teknik Informatika Angkatana 22 Semester 4.

Disini sedikit ingin menceritakan pengalaman aku selama mengikuti kegiatan SEKOLAH KOLABORASI IMMAWATI. Kegiatan-nya di lakukan pada hari minggu, 23 juni 2024, sebelum berangkat aku melakukan sedikit olahraga karena hari minggu juga kan dan mulai kegitannya tuh jam 07.30 jadi masih bisalah olahraga sebentar aja. Nah selama olahraga itu aku kepikiran terus tuh tentang kegiatannya nanti ngapain aja dan namanya IMMAWATI (perempuan) aku kepikiran apakah nanti cuma perempuan aja yang mendapatkan lebih gitulah, singkat cerita setelah selesai olahraga aku siap-siap untuk berangkat ke tempat kegiatannya tapi aku sengaja ga sarapan karena emang ga biasa aja sarapan dan juga aku punya jadwal rutin kalau setiap hari minggu, aku ga makan nasi seharian jadinya aku ganti dengan roti walaupun panitianya menyuruh untuk membawa makanan berat.

Setelah sampai ke tempat kegiatannya aku kira mulainya tuh tepat waktu kan tapi ternyata engga, malah mulainya sekitar jam 09.00an. Cukup lama tapi ga masalah juga kan yang penting sudah hadir saja dah cukup buatku. Langsung aja ke penyampaian materinya, materi pertama tuh tentang Seks dan Gender

Jujur waktu awal denger sih cukup kaget ya.... soalnya seks yang ku tau itu tentang kegiatan biologis dah tapi aku waktu pernah liat kalau seks itu adalah jenis kelamin, kurang lebihnya gitu sih:). Nah kalau gender sendiri jujur aku ga tau apa-apa tentang gender tapi setelah penyampain materi itu aku jadi sedikit tau kalau gender itu semacam peran, perilaku, eskpresi, dan identitas sosial yang berkaitan sama jenis kelamin seseorang. Yang kurasakan pas materi kayak mind blowwing gitu dah soalnya, cukup kompleks tentang ini hingga penuh di otak gimana engga ya, di serang sama ilmu baru tuh sakit coy harus ngolah dulu datanya hingga kesimpan di otak tapi untungnya si pemateri tuh lumayan baik menyampaikan materinya. Dan aku baru tau kalau di negara ini budaya patriarki tuh masih cukup kencang yang dimana laki-laki ga boleh nangis dan lain-lain begitupun juga dengan perempuan ga boleh keluar malam dan sebagainya. Nah itu materi pertama

Materi kedua tuh tentang kesejahteraan dan keadilan gender dalam islam. Jujur aja nih, sebenarnya aku masih belum terlalu paham tentang materi ini karena balik lagi kemampuan mengolah  data di otaku itu cukup lama ya, tapi yang kurasakan selama materi ini cukup tertarik dan sangat penasaran juga karena itu "keadilan". Kan seperti yang kita tau bahwa di dunia ini untuk mencari sebuah keadilan saja sudah "hampir" mustahil ditemukan apalagi berhubungan sama gender, dengan adanya materi ini berguna sekali nantinya tapi ya itu aku belum terlalu paham. Pemateri sudah menyampaikan dengan baik, bener-bener bikin tertarik sekali.

Materi terakhir tuh tentang IMMAWATI, jujur banget nih aku belum paham sama materi ini tapi, menurutku pemateri cukup baik dalam menyampaikan materinya. Mungkin aku harus lebih banyak lagi baca tentang IMMAWATI ini.

Cukup sampai disini saja ceritnya ya, ini adalah berdasarkan dari aku aja bukan apa-apa atau yang lain. Sekian dari aku apabila terdapat kata-kata yang kurang menyenangkan mohon dimaafkan.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb





Note: ga pandai bercerita apalagi diary jadi maklum saja:)


Minggu, 02 Oktober 2022

DIARY MAHASISWA BARU UNIVERSITAS PROF. DR. HAMKA 2022


Assalamu'alaikum wr. wb.... 

Perkenalkan nama saya Ferdy Zukman dari fakultas Teknik Universitas prof. Dr Hamka (UHAMKA) Dari jurusan Teknik Informatika Baitul Arqom gelombang 9 kelompok 8.


Kesan pesan saya selama Baitul Arqom yaitu Pertama kesan saya, saya selama Baitul Arqom 3 hari 2 malam saya mendapatkan banyak pengalaman yang belum pernah saya rasakan dan juga saya mendapatkan teman baru yang menurut saya sangat berkesan buat saya terutama teman baru saya yang bernama Arif Firmansyah, nah dia ini orangnya asik, ga jaim sama sekali, dia juga sering yang memulai suasana yang tadinya sepi menjadi ramai dan juga bersenang-senang. Ada lagi nih teman baru saya yang menurut saya unik orangnya, namanya Array (lupa nama panjangnya:)). Nah dia ini tuh orangnya suka cari perhatian ke lawan jenisnya (perempuan) dan ga ada malunya sama sekali ke perempuan, ya walaupun kadang dia minta maaf juga atas tindakan dan kelakuannya sendiri hehe. Ohh iya.... Selama saya Baitul Arqom 3 hari 2 malam kan ga boleh pegang HP sama sekali alias di sita hpnya tapi nanti dikasih lagi buat mengisi form gitu abis itu udah di sita lagi hpnya, kan banyak ya anak muda yang ga bisa lepas dari hpnya, nah disitu kita belajar "bagaimana sih rasanya ga pegang HP selama berhari-hari? " Dan alhamdulillah semuanya termasuk saya ga ngeluh akan hal itu bahkan terkesan lupa sama hpnya karena saking ga terasanya selama Baitul Arqom itu kita hanya bersenang-senang saja dan diselingi oleh belajar. Di Baitul Arqom juga kita di ajarkan untuk bertindak sopan terhadap teman,dosen, kakak kelas, dan di seluruh tempat yang ada. Di Baitul Arqom juga kita di ajarkan bersikap baik terhadap sesama di lingkungan UHAMKA ini dan juga untuk masyarakat luar sana kita dituntun untuk bersikap baik dan sopan santun. Selama Baitul Arqom saya tuh merasa diri saya menjadi tenang, semangat, bahagia, dan tidak gelisah. Saya ini orangnya suka gelisah terhadap apapun itu, tetapi di Baitul Arqom itu saya tidak sama sekali merasakan hal itu kenapa ya?..... 


Kenapa ya saya ga bisa melupakan masa-masa itu? Padahal itu belum lama. Nah ngomong-ngomong soal belajar, saya tuh dulu waktu kecil rajin yang namanya mengaji dan menghafalkan surah-surah pendek tetapi semenjak saya lulus SMP saya ga pernah lagi yang namanya mengaji tapi hafalan masih berlanjut atas kemauan sendiri. Di waktu Baitul Arqom saya tuh agak gelisah soal mengaji karena saya sudah lama tidak mengaji karena pas waktu mengaji terbukti bacaan saya terbata-bata alias tidak lancar, tapi alhamdulillah tugas yang lain bisa saya selesaikan tanpa ada kendala sedikitpun. Dan Insya Allah dengannya saya masuk UHAMKA saya bisa lagi yang namanya mengaji, menghafal surah, menjaga sopan santun, berakal, rendah hati, dan menjadi yang lebih baik dari yang sebelumnya. Oleh karena itu saya sangat bersyukur dengan masuk di UHAMKA ini. 


Nah pesan saya adalah, untuk teman-teman mohon dijaga tali silaturahmi kita sampai maut yang memisahkan kita dan untuk para dosen, karyawan, dan semua pekerja yang ada di UHAMKA mohon bantuannya bimbing kita ke jalan yang benar dan jadikanlah kita sebagai generasi penerus yang mempunyai nilai islam di dalamnya. Karena seperti kita tahu masa depan Indonesia ini tuh bergantung pada generasi muda atau bisa disebut juga generasi emas untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik lagi dan semoga menjadi Indonesia yang maju dalam segala bidang yang ada . 


Sekian saja yang bisa saya sampaikan, selebihnya saya meminta maaf saja apabila terdapat kata-kata saya yang salah ataupun kurang mengenakan buat kalian saya minta maaf yang sebesar-besarnya. 


Berikut kata-kata motivasi dari beberapa tokoh dunia dan islam yang mungkin bisa jadi semangat untuk semua:) 


"Belajarlah Alquran, niscaya kamu tertuntun ke jalan yang benar, dan berbuatlah kebajikan sesuai dengan Alquran, niscaya kamu menjadi ahlinya." - Umar bin Khattab


“Semua impian kita bisa menjadi kenyataan, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.” – Walt Disney


"Ketika kamu memperlakukan orang dengan baik, orang-orang yang sama itu mungkin tidak memperlakukanmu dengan cara yang sama. Tetapi jika kamu memperhatikan, kamu akan melihat bahwa Allah telah mengirim orang lain yang memperlakukanmu dengan lebih baik." - Omar Suleiman


"Dunia ini hanya memiliki tiga hari: Hari kemarin, ia telah pergi bersama dengan semua yang menyertainya. Hari esok, kamu mungkin tak akan pernah menemuinya. Hari ini, itulah yang kamu miliki, maka beramallah di hari ini." - Hasan al Bashri


"Hiduplah sebagaimana semaumu, tetapi ingat, bahwa engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat, engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat, engkau pasti akan menerima balasannya nanti." - Imam Ghazali


"Jalanilah kehidupan di dunia ini tanpa membiarkan dunia hidup di dalam dirimu, karena ketika perahu berada di atas air, ia mampu berlayar dengan sempurna, tetapi ketika air masuk ke dalamnya, perahu itu tenggelam." - Ali bin Abi Thalib


"Lidah seseorang dapat menggambarkan bagaimanakah hatinya." - Ibnu Qayyim


 "Barang siapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, maka akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya." - Imam Syafi'i


"Orang berilmu pengetahuan ibarat gula yang mengundang banyak semut. Dia menjadi cahaya bagi diri dan sekelilingnya." - Abdullah Gymnastiar


"Menyampaikan shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, membantu menghilangkan kesulitan dan melenyapkan segala cemas." - Dr. Aidh Al-Qarni


"Kesabaran itu ada dua macam: Sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini." - Ali Bin Abi Thalib


"Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja kecantikannya akan membinasakannya. Dan jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang. Akan tetapi, nikahilah wanita itu karena agamanya." - Ali bin Abi Thalib


"Banyak orang yang mengatakan bahwa mencintai wanita itu sangat menyiksa. Tapi, sebenarnya yang sangat menyiksa itu adalah mencintai orang yang tidak mencintaimu." - Imam Syafi'i


"Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja. Akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu." - Hasan Al-Banna


" Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun." - Soekarno



Wassalamu'alaikum wr.wb.


Sampai jumpa lagi semuanya..... DADAHHHHHH👋


Edukasi Tentang Gender

  Memahami Gender: Perspektif dan Pentingnya Kesetaraan Pendahuluan Gender adalah konsep yang merujuk pada peran, perilaku, dan identitas ya...